Koalisi Eropa Perkuat Dukungan untuk Ukraina, Macron Tegaskan Tekanan terhadap Rusia Terus Berlanjut

Macron
BRUSSELS, BELGIUM - JUNE 19: French President Emmanuel Macron talks to media at the end of an EU Summit in the Europa building on June 19, 2026 in Brussels, Belgium. Today, the French President stressed that Europe must continue strong support for Ukraine while maintaining pressure on Russia, arguing that any future dialogue with Moscow should only happen from a position of strength and unity. He also focused on the EU's next long-term budget and competitiveness, calling for Europe to invest more in defence, innovation and economic sovereignty while avoiding divisions among member states. (Photo by Thierry Monasse/Getty Images)

MASANEWS – Sejumlah pemimpin negara Eropa berkumpul di Paris, Prancis, dalam pertemuan Coalition of the Willing untuk membahas langkah lanjutan dalam mendukung Ukraina menghadapi invasi Rusia. Pertemuan yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron itu juga dihadiri Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta para pemimpin dari lebih dari 20 negara Eropa.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Macron menegaskan bahwa negara-negara sekutu akan terus meningkatkan dukungan politik, ekonomi, dan pertahanan bagi Ukraina. Menurutnya, tekanan terhadap Rusia perlu dipertahankan agar membuka peluang menuju penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas komitmen negara-negara Eropa. Ia juga mengusulkan penguatan sistem pertahanan udara untuk melindungi wilayah Ukraina dari serangan rudal dan drone yang masih berlangsung.

Selain membahas bantuan militer, para pemimpin Eropa turut mengkaji paket sanksi baru terhadap Rusia. Sanksi tersebut ditujukan kepada individu dan entitas yang diduga terlibat dalam serangan siber serta aktivitas yang mengancam keamanan negara-negara Eropa.

Pertemuan di Paris menjadi sinyal bahwa negara-negara Eropa berupaya menjaga solidaritas di tengah konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Para pemimpin berharap tekanan diplomatik dan ekonomi dapat mendorong terciptanya proses perdamaian yang lebih konkret, meski hingga kini belum ada tanda-tanda konflik akan segera berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *