MasaNews. Id, Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025 menunjukkan nilai harta yang dilaporkan 17 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Nama Rachmat Hartono, Inspektur Inspektorat, berada di posisi teratas dengan total harta mencapai Rp3,72 miliar.
Di posisi kedua, Henry Ferdian Martin, Kepala Bapenda, tercatat memiliki harta Rp3,38 miliar. Sementara Amad Mutawali, Kepala DLH, berada di posisi ketiga dengan total harta Rp2,55 miliar.
Berikut daftar lengkapnya:
1. Rachmat Hartono – Inspektur Inspektorat: Rp3.720.131.653
2. Henry Ferdian Martin – Kepala Bapenda: Rp3.381.426.309
3. Amad Mutawali – Kepala DLH: Rp2.557.501.684
4. Asep Suparman – Kepala Kesbangpol: Rp2.175.828.191
5. Eri Rihandiar – Kepala Dinas PUTR: Rp1.992.457.742
6. Euis Jamilah – Kepala DPPKBP3A: Rp1.910.942.281
7. R. Lusi Hasfiati – Kepala Bapperida: Rp1.777.162.835
8. Akos Koswara – Kepala BKPSDM: Rp1.700.000.000
9. Cepi Rahmat Fadiana – Kepala Dishub: Rp1.639.333.150
10. Ruhli – Kepala Disdikpora: Rp1.495.000.000
11. Dedi Supriadi – Kepala Disperkim: Rp1.283.000.000
12. Cicih Permasih – Kepala Disarpus: Rp954.672.890
13. Aris Haryanto – Kepala Diskominfosandi: Rp808.000.000
14. Budhi Rahayu Toyib – Kepala Diskukmperdagin: Rp799.625.000
15. Djoko – Kasatpol PP: Rp103.069.000
16. Superi – Kepala DPMPTSP (Perizinan): Rp16.018.024
17. Endan Hamdani – Asisten Administrasi Umum Setda: -Rp31.990.205
Dari daftar tersebut, sembilan pejabat tercatat memiliki harta di atas Rp1,5 miliar. Sementara Endan Hamdani menjadi satu-satunya nama dalam daftar yang tercatat memiliki nilai kekayaan bersih negatif, yakni minus Rp31,99 juta.
Data ini bersumber dari LHKPN KPK tahun 2025. Nilai tersebut merupakan harta kekayaan yang dilaporkan dan tidak otomatis menunjukkan besarnya pendapatan maupun gaya hidup seorang pejabat.
Sumber: LHKPN KPK 2025.






