

Guigang, China, Tim penyelamat di China memanfaatkan jembatan apung bertenaga mesin untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak banjir di Kota Guigang, Daerah Otonom Guangxi. Penggunaan teknologi tersebut menjadi solusi cepat setelah akses darat terputus akibat tingginya debit air yang melanda kawasan tersebut.
Jembatan apung mulai dioperasikan pada Rabu (8/7/2026) oleh tim penyelamat guna menjangkau wilayah yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Infrastruktur darurat itu dibangun sepanjang sekitar 60 meter dengan lebar delapan meter dan mampu mengangkut ratusan orang dalam satu kali penyeberangan sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan aman.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengevakuasi sekitar 6.000 pelajar beserta warga lain yang terisolasi akibat banjir. Selain mengerahkan jembatan apung, tim penyelamat juga mengoperasikan berbagai peralatan pendukung agar proses penyelamatan tetap berlangsung meski kondisi cuaca masih buruk.
Penggunaan jembatan apung dipilih karena menjadi cara paling efektif untuk menghubungkan wilayah yang terputus oleh banjir. Dengan sistem yang dapat dipasang dalam waktu singkat, proses evakuasi tidak perlu menunggu surutnya air sehingga risiko terhadap korban dapat diminimalkan.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan bencana. Infrastruktur darurat seperti jembatan apung dinilai mampu meningkatkan kecepatan respons, memperlancar distribusi bantuan, dan memperbesar peluang penyelamatan warga pada situasi darurat ketika akses transportasi konvensional tidak lagi dapat digunakan.









