Indeks
Berita  

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Cianjur Soroti Kebijakan Nasional Lewat Enam Tuntutan

MasaNews.Id, Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Aliansi BEM Cianjur menyampaikan enam tuntutan yang menyoroti sejumlah persoalan kebijakan nasional. Aspirasi tersebut disampaikan melalui petisi kepada DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (20/10/2026).

Momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dimanfaatkan mahasiswa untuk mendorong evaluasi terhadap berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, mulai dari sektor pendidikan, transparansi anggaran, hingga supremasi sipil.

Koordinator aksi, Syamsudin Al-Fadsi, mengatakan penyampaian petisi tersebut merupakan upaya mahasiswa membawa aspirasi masyarakat Cianjur agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Cianjur diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat daerah untuk menyampaikan kritik dan tuntutan terhadap kebijakan nasional.

“Selain memperingati dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, kami menuntut DPRD Cianjur menyampaikan aspirasi kami dan masyarakat Cianjur kepada pemerintah pusat,” kata Syamsudin.

Enam isu yang disampaikan Aliansi BEM Cianjur mencakup pendidikan nasional, transparansi anggaran, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi Program Strategis Nasional (PSN), supremasi sipil, serta pemerataan layanan kesehatan. Mahasiswa juga menyoroti persoalan koperasi desa.

Rangkaian tuntutan tersebut menunjukkan sejumlah bidang kebijakan yang ingin mendapat perhatian dan evaluasi dari pemerintah. Mahasiswa meminta agar persoalan-persoalan itu tidak berhenti sebagai wacana, tetapi memperoleh tanggapan dan tindak lanjut dari pihak yang berwenang.

Dalam penyampaian petisi, Aliansi BEM Cianjur meminta DPRD memberikan jawaban atau sikap tertulis paling lambat 3×24 jam setelah petisi diterima. Mereka juga meminta kejelasan mengenai tuntutan yang dapat ditindaklanjuti oleh DPRD serta aspirasi yang perlu diteruskan kepada pemerintah pusat atau lembaga terkait.

Namun, mahasiswa menyayangkan tidak adanya pimpinan DPRD maupun ketua fraksi yang menemui mereka untuk berdialog saat aksi berlangsung.

Melalui petisi tersebut, Aliansi BEM Cianjur berharap berbagai persoalan yang mereka angkat mendapat perhatian pemerintah dan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan nasional pada tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran.

Exit mobile version