MasaNews.Id. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak kembali menjadi perhatian di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lebih dari 40 ribu balita dilaporkan terserang ISPA. Kondisi tersebut mendorong perhatian terhadap perlindungan kelompok rentan, khususnya balita yang berada di wilayah terdampak kabut asap.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kondisi tersebut.
“Saya sangat prihatin melihat lebih dari 40 ribu balita terserang ISPA. Saya mendesak pemerintah segera turun tangan memberikan pengobatan maksimal,” ujar Muhamad Abdul Azis, sebagaimana dikutip dari unggahan Gesuri.id.
Menurutnya, balita dan kelompok rentan yang berada di zona merah harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
“Bagi balita dan kelompok rentan di zona merah, pemerintah wajib memberikan perlindungan ekstra serta prioritas,” katanya.
Persoalan ini tidak hanya menyangkut penanganan terhadap warga yang telah mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah juga dituntut melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap terhadap masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok dengan kondisi kesehatan yang rentan.
Kabut asap karhutla juga menimbulkan persoalan yang lebih luas karena kualitas udara yang buruk dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api. Perlindungan terhadap masyarakat terdampak menjadi bagian penting yang harus berjalan.
